UNIVERSITAS GADJAH MADA
JURUSAN FISIKA
PROGRAM STUDI GEOFISIKA

MAKALAH
TERMODINAMIKA
“MESIN
DIESEL”

Disusun Oleh :
1.
Bayu
Wicaksana (08/269666/PA/12024)
2.
Maria
Rosalita PS. (08/269866/PA/12110)
3.
Muhamad
Wildan P. (08/270075/PA/12201)
4.
Raditya
Perdhana (08/269837/PA/12096)
5.
Wahyu
Setyo H. (08/270052/PA/12192)

YOGYAKARTA
NOVEMBER
2009
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas terselesaikannya
makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini mengenai mesin diesel, dimana
terdapat beberapa penjelasan seputar mesin diesel.
Pada
kesempatan kali ini, kami mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu
Chusnul Chotimah selaku dosen pengampu mata kuliah thermodinamika
2. Teman-teman
yang telah banyak membantu terselesaikannya makalah mesin diesel ini
3. Beberapa
pihak yang telah membantu dan tidak dapat disebutkan satu persatu
Demikian
kata pengantar dari kami. Kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat
kami harapkan demi tersempurnakannya makalah ini. Harapan kami, makalah tentang
mesin diesel ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila banyak kekurangan kami
mohon maaf.
November
2009
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
PENGERTIAN
Mesin
diesel adalah sebuah mesin pemicu kompresi, dimana bahan bakar dibakar oleh
suhu tinggi gas yang dikompresi, dan bukan oleh alat berenergi lain (seperti
busi). Mesin diesel merupakan jenis khusus dari mesin pembakaran dalam. Mesin
pembakaran dalam adalah mesin panas yang di dalamnya dilepaskan energi kimia
dan pembakaran dalam sindrom mesin.

B.
SEJARAH
Mesin
diesel diciptakan oleh Rudolf Diesel, seorang berkewarganegaraan Jerman yang
tinggal di Paris. Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan
berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu bara. Dimana awalnya mesin
tersebut dipamerkan pertama kali di pekan raya Chicago, Amerika Serikat. Mesin
diesel pertama digunakan sebagai mesin kereta api pada tahun 1905. Tahun 1912 Rudolf Diesel memberikan pernyataannya
yang terkenal, yaitu mengenal mesin diesel yang digerakkan dengan minyak
nabati, atau yang dikenal dengan biodiesel. Minyak tumbuhan yang telah dicoba
pada saat itu adalah minyak kacang dan
minyak ganja. Mesin biodiesel kemudian disempurkan oleh Ludwig Ellsbet.
Beberapa
tahun kemudian, tepatnya tahun 1937 di Jepang, berdirilah sebuah pabrik mesin
bernama Tokyo Jidosha Kogyo Company yang belakangan berganti nama jadi Isuzu, yang line product-nya
adalah Mesin Diesel. Konon salah seorang murid/asisten
Diesel berhasil mengcopy seluruh desain rancang bangun mesin tersebut dan
mengembangkannya di Jepang atas perintah Kaisar Tenno Haika Hirohito untuk
menjalankan mesin perangnya di Asia Pasifik.

Rudolf Diesel
BAB II
DASAR TEORI

Kurva
P-V mesin diesel.


Efisiensi dapat
ditulis dalam bentuk persamaan panas jenis dan suhu:

Dengan menggunakan
persamaan gas ideal PV=nRT dan = CP/CV, persamaan di
atas dapat ditulis:

Berdasarkan
kenyataan bahwa Va=Vd=V1 dan Pc=Pb
dari kurva di atas, maka:

Persamaan di atas
dapat dinyatakan dengan:

Berdasarkan
persamaan adiabatic, yaitu PV
= constant

Sehingga efisiensi
mesin diesel dapat ditulis:
![]() |
|
BAB III
KOMPONEN-KOMPONEN
MESIN DIESEL

Keterangan:
1. Lapisan
silinder. Silinder merupakan jantung mesin, yaitu tempat bahan bakar dibakar
dan daya ditimbulkan. Bagian dalam silinder dibentuk dengan lapisan (liner)
atau selongsong (sleeve)
2. Kepala
silinder (cylinder head) menutup satu ujung silinder dan sering berisikan
katup tempat lewat udara dan bahan bakar
diisikan dan gas buang dikeluarkan.
3. Torak
(piston). Ujung lain dari lubang kerja silinder ditutup oleh torak yang
meneruskan pada poros daya yang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar. Cincin
torak (piston ring) yang dilumasi dengan minyak mesin menghasilkan sil (seal)
rapat gas antara torak dan lapisan silinder. Jarak perjalanan torak dari satu ujung silinder ke ujung lain disebut
langkah (stroke)
4. Batang
engkol (connecting rod) . Satu ujung yang disebut ujung kecil dan batang
engkol, dipasangkan pada pena pergelangan (wrist pin) atau pena torak (piston pin) yang terletak di
dalam torak. Ujung yang lain atau ujung besar mempunyai bantalan. Untuk pena
engkol, batang engkol mengubah dan meneruskan gerak ulang-alik (reprocating)
dan torak menjadi putaran kontinyu pena engkol selama langkah kerja, dan
sebaliknya pada langkah kerja yang lain.
5. Poros
engkol (crankshaft). Poros engkol berputar di bawah aksi dan torak melalui
batang engkol dan pena engkol yang terletak di antara pipi engkol (crankweb),
dan meneruskan daya dari torak kepada poros yang digerakkan. Bagian dari poros
engkol yang didukung oleh bantalan utama dan berputar di dalamnya disebut tap
(journal).
6. Flywheel dengan berat yang cukup dikuncikan kepada
poros engkol dan menyimpan energi kinetik selama langkah daya dan
mengembalikannya pada langkah yang lain. Flywheel membantu menstart mesin dan
juga bertugas membuat putaran poros engkol yang seragam.
7. Poros
nok (camshaft) yang digerakkan dari poros engkol oleh penggerak rantai atau
oleh roda gigi pengatur saat mengoperasikan katup pemasukan dan katup buang
melalui nok, pengikut nok, batang dorong, dan lengan ayun. Pegas katup berfungsi
menutup katup.
8. Karter
(crankcase), berfungsi menyatukan silinder, torak, dan poros engkol. Melindungi
semua bagian yang bergerak dan bantalannya, dan merupakan reservoir bagi minyak
lumas. Juga disebut sebagai blok silinder jika terdapat lapisan silinder yang
disisipkan di bagian dalamnya. Bagian bawah dari karter disebut bedplate.
Bahan
bakar dimasukkan ke dalam ruang bakar oleh system injeksi yang terdiri dari
pompa, saluran bahan bakar, dan injektor.
BAB
IV
PRINSIP
KERJA MESIN DIESEL
A.
PRINSIP
KERJA
Motor diesel
dikategorikan dalam motor bakar torak dan mesin pembakaran dalam (internal
combustion engine) (simplenya biasanya disebut “mobor bakar” saja). Prinsip
kerja motor diesel adalah merubah energi kimia menjadi energi mekanis. Energi
kimia di dapatkan melalui proses reakasi kimia (pembakaran) dari bahan bakar
(solar) dan oksidiser (udara) di dalam silinder (ruang bakar). Pada motor
diesel ruang bakarnya bisa terdiri dari satu atau lebih tergantung pada
penggunaannya dan dalam satu silinder dapat terdiri dari satu atau dua torak.
Pada umumnya dalam satu silinder motor diesel hanya memiliki satu torak.
Tekanan gas
hasil pembakaran bahan bakan dan udara akan mendorong torak yang dihubungkan
dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat bergerak
bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan diubah
menjadi gerak rotasi oleh poros engkol (crank shaft). Dan sebaliknya gerak
rotasi poros engkol juga diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah
kompresi.
Berdasarkan
cara menganalisa sistim kerjanya, motor diesel dibedakan menjadi dua, yaitu
motor diesel yang menggunakan sistim airless injection (solid
injection) yang dianalisa dengan siklus dual dan motor diesel yang
menggunakan sistim air injection yang dianalisa dengan siklus diesel (sedangkan
mesin bensin dianalisa dengan siklus otto).
Perbedaan
antara motor diesel dan motor bensin yang nyata adalah terletak pada proses
pembakaran bahan bakar, pada motor bensin pembakaran bahan bakar terjadi karena
adanya loncatan api listrik yang dihasilkan oleh dua elektroda busi (spark
plug), sedangkan pada motor diesel pembakaran terjadi karena kenaikan
temperatur campuran udara dan bahan bakar akibat kompresi torak hingga mencapai
temperatur nyala. Karena prinsip penyalaan bahan bakarnya akibat tekanan maka
motor diesel juga disebut compression ignition engine sedangkan motor
bensin disebut spark ignition engine.
B. CARA KERJA YANG BENAR

Pertama udara dimasukkan melalui lubang Intake, udara
ditekan(oleh Piston pada titik puncak)lalu terjadi pembakaran /peledakan bersa
maan dengan injeksi / penyemprotan solar, Piston tertekan turun ketitik mati
bawah, sisa pem bakaran(asap)dibuang keluar melalui lubang Exhaust. Urutan
proses ini berulang terus menerus selama mesin hidup. Dikatakan pembakaran
sempurna karena pem bakaran / peledakan terjadi pada saat solar di semprotkan
dengan posisi Piston pada titik puncak, sehingga terjadi daya putar Crankshaft
terkuat.
C. CARA KERJA YANG SALAH

Udara dimasukkan melalui lubang Intake, pada saat udara
ditekan dan sebelum solar disemprotkan, telah terjadi penyalaan pembakaran /
peledakan ( combustion ). Ini terjadi sebelum Piston mencapai titik puncak (
baru setengah atau tiga perempatnya ). Meskipun solar tetap disemprotkan ,
tidak menolong daya putar Crankshaft kembali kuat. Akibatnya Gaya tarik, Daya
beban loyo , boros BBM , temperatur mesin meningkat, suara kasar, menimbulkan
kerak sisa pembakaran dan lain lain resiko keausan / kerusakan. Yang
menyebabkan ini dapat terjadi pada mesin Diesel, dapat dikelompokkan menjadi
tiga hal :
- Hal
Teknis : otomasi, sistem rancang bangun, model, type dll.
- Hal
Mekanis : fungsi, cara / kemampuan kerja masing masing komponen.
- Hal
Energi : sumber tenaga mesin ( minyak solar ).
BAB
V
KEKURANGAN
DAN KELEBIHAN
A.
KELEBIHAN
- Bahan
bakar lebih murah : walaupun harga solar sekarang mengalami kenaikan yang
cukup berarti namun harganya masih relatif lebih rendah daripada harga
bahan bakar bensin. Artinya, biaya operasional mobil diesel lebih kecil
dibanding mobil bensin.
- Lebih
kuat dan tahan panas : mobil bermesin diesel sangat cocok digunakan untuk
menempuh jarak yang sangat jauh.
- Mesin
diesel tidak menggunakan komponen-komponen pengapian seperti busi,
kondensor, koil dan platina yang peka terhadap panas dan mudah rusak.
Sehingga mesin diesel relatif lebih mudah perawatannya dibanding mesin
bensin.
- dibuat dengan kualitas sama yang membuat
penggemar mendapatkan peninkatan tenaga yang besar dengan menggunakan
mesin turbocharger melalui modifikasi yang relatif mudah dan murah.
- Mesin bensin dengan ukuran sama tidak dapat
mengeluarkan tenaga yang sebanding karena komponen di dalamnya tidak mampu
menahan tekanan tinggi, dan menjadikan mesin diesel kandidat untuk
modifikasi mesin dengan biaya murah.
B. KEKURANGAN
- Suara
mesin diesel terdengar lebih kasar dengan getaran yang besar dibandingkan
dengan mesin bensin. Penyebabnya adalah karena adanya tekanan kompresi
mesin diesel lebih tinggi dari pada tekanan kompresi mesin bensin dan komponen
mesin diesel yang di design kuat utk menahan kompresi tinggi, begitu juga
akselerasi yang lemot namun bisa di perbaiki melalui penambahan Turbo ato
Supercharger.
Walaupun ada beberapa jenis mobil bermesin diesel yang lebih halus
suaranya.
- Asap
knalpot tebal dibandingkan dengan mesin bensin sehingga dapat menimbulkan
dampak polusi udara.
- Bobot
mesin diesel lebih berat dibanding bobot mesin bensin dengan tenaga yang
sama untuk mengimbangi getaran dan tekanan kompresinya. Oleh karena itu
mobil bermesin diesel lebih berat bobotnya dibanding bobot mesin bensin.
REFERENSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar